Gerilya Institute: Kebijakan Bahlil soal LPG 3 Kg Bisa Rusak Citra Prabowo!

Jumat, 7 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangsel, sumatraterkini.id-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengeluarkan instruksi langsung untuk mengizinkan kembali pengecer menjual LPG 3 kg bersubsidi. Instruksi ini menunjukkan bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, gagal menerjemahkan kebijakan pro-rakyat yang menjadi bagian dari program Asta Cita.

Kelangkaan LPG 3 Kg Mencoreng Wajah Pemerintah Direktur Eksekutif Gerilya Institute, Subkhan AS, menilai bahwa kelangkaan gas LPG 3 kg dalam beberapa hari terakhir telah mencoreng citra Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan Menteri ESDM, yang melarang penjualan LPG 3 kg di pengecer, dianggap tidak populis dan terkesan dipaksakan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil.

“Bahlil sebagai menteri yang bertanggung jawab seharusnya berkoordinasi dengan Presiden. Jangan sampai visi dan misi Prabowo-Gibran yang tertuang dalam program Asta Cita tercoreng akibat kebijakan yang dibuatnya sendiri,” kata Subkhan kepada awak media, Selasa (4/2/2025).

Kebijakan yang Tidak Sejalan dengan Visi Presiden Menurut Subkhan, kebijakan yang dikeluarkan oleh Bahlil menunjukkan ketidaksinkronan dengan visi Presiden Prabowo. Apalagi, keputusan tersebut bukan merupakan arahan langsung dari Presiden.

“Dalam sistem pemerintahan, kementerian adalah pembantu Presiden. Mereka bertugas mengimplementasikan visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden, bukan membuat kebijakan sendiri. Jadi, tidak boleh ada visi menteri yang bertentangan dengan kebijakan Presiden,” tegasnya.
Dampak Kebijakan terhadap Stabilitas Nasional Larangan pengecer menjual LPG 3 kg bersubsidi dinilai sebagai kebijakan yang merugikan rakyat kecil dan tidak bisa dibiarkan. Subkhan memperingatkan bahwa kebijakan seperti ini berpotensi mengganggu stabilitas nasional, terutama jika menyangkut kebutuhan pokok masyarakat.

“Jika seorang menteri memiliki visi misi sendiri tanpa sejalan dengan Presiden, maka dampaknya bisa mengancam stabilitas keamanan nasional. Apalagi kebijakan ini berkaitan dengan hajat hidup masyarakat kecil,” ujar Subkhan.

Prabowo-Gibran Diminta Tertibkan Kabinet
Subkhan meminta agar Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran segera menertibkan kabinet agar tidak ada lagi kebijakan yang dibuat secara serampangan dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Jangan sampai karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Prabowo-Gibran harus segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan kabinet, agar kejadian seperti ini tidak terulang di kemudian hari,” pungkasnya. (**)

Berita Terkait

ABPEDNAS dan SUCOFINDO Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh
Dugaan Pemberian Izin oleh Oknum (F) Atas Klub lari, Ini Kata Aliansi Aktivis Kota (AKTA) !
PEKOMSI 2026 Hadirkan Semangat Gotong Royong di Desa Gongsol
ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila
Hari Lahir Pancasila dan Keterbukaan Informasi Kurban Pemerintah Prabowo-Gibran
GEKIRA Luruskan Hoaks Sapi Kurban Hingga Isu Biaya Kunjungan Negara ke Paris
Hari Lahir Pancasila, Satgas Teritorial Koops TNI Habema Hadirkan Kebahagiaan bagi Anak-Anak Papua
Simbol Titik Nol Pers Digital Nasional, Kawasan Monumen SMSI di Alun-Alun Cilegon Dipercantik

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:32

ABPEDNAS dan SUCOFINDO Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh

Rabu, 3 Juni 2026 - 02:21

Dugaan Pemberian Izin oleh Oknum (F) Atas Klub lari, Ini Kata Aliansi Aktivis Kota (AKTA) !

Rabu, 3 Juni 2026 - 02:16

PEKOMSI 2026 Hadirkan Semangat Gotong Royong di Desa Gongsol

Senin, 1 Juni 2026 - 22:39

Hari Lahir Pancasila dan Keterbukaan Informasi Kurban Pemerintah Prabowo-Gibran

Senin, 1 Juni 2026 - 22:34

GEKIRA Luruskan Hoaks Sapi Kurban Hingga Isu Biaya Kunjungan Negara ke Paris

Berita Terbaru