Sungguh Sangat Memprihatinkan, Selama 40 Tahun Lamanya Janda Tua Tinggal Digubuk Tepas Tanpa Aliran Listrik

Jumat, 7 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sergai, sumatraterkini.id- Sungguh sangat memprihatinkan melihat kehidupan janda tua yang kini sudah berusia 60 tahun, tinggal di Gubuk Reyok terbuat dari dinding Tepas, tiang Pelepah Sawit tidak jauh dari kuburan muslim. Dalam rumah itu hanya ada sebuah cahaya yang keluar dari Lampu Teplok terbuat dari kaleng, botol kaca dan kain sebagai sumbunya sebagai alat penerangan. Aliran listrik sudah mencapai 40 tahun tidak ada sejak suaminya masih hidup hingga meninggal dunia. Ketidak mampuan ekonomi aliran listrik tidak pernah digunakan.

Sedihnya, lagi, memasak hanya menggunakan kayu bakar, jika cuaca hujan tidak bisa memasak. Kamar mandi berada di luar rumah dan kondisinya ala kadarnya tanpa ada dinding sebagai pelindung dan tanpa WC. Mirisnya lagi, saat ingin membuag air besar di malam hari, terpaksa menggali tanah yang lokasinya tidak jauh dari rumah gubuk. Kehidupan menyedihkan ini dijalani oleh Nurmawati janda tua yang tinggal di Dusun I Desa Mangga Dua,Kecamatan Tanjung Beringin,Kabupaten Serdang Bedagai,(Sergai), Sumatera Utara (Sumut).

Menurut pengakuan Nurmawati,Rabu (5/2/2025), rumah berbentuk Gubuk yang sudah miring berukuran 2 x3 meter didirikan secara gotongroyong bersama anaknya lelaki diatas tanah wakaf. Ia punya anak sebanayak 5 orang, 4 orang sudah menikah dan tinggal satu orang pria yang belum nikah dan itulah yang menemaninya saat tidur. Anaknya tidur di sebuah Gubuk Reyok hanya berjarak 5 meter tanpa listrik dan Gas Elpiji. Keseharian anaknya bekerja sebagai nelayan, terkadang ada membawa uang pulang dari laut, terkadang tidak ada sama sekali.

Gubuk yang nyaris tumbang tersebut terpaksa dihuni mencapai puluhan tahun lamanya karena kondisi ekonomi yang membuat keadaan bertahan hidup. Makan sehari-hari terkadang sulit, bagaimana untuk memenuhi kebutuhan yang lainnya. Bantuan dari Pemerintah Pusat yang ia terima hanya berupa beras dan uang selama tahun 2024, dua kali diterima. Ia tak menggunakan Gas Elpiji untuk memasak karena tidak mampu membelinya.

Kalau boleh berharap katanya, ia memohon kepada Presiden Prabowo, lanjut Menteri sosial, Pemerintah Propinsi Sumut, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dan para dermawan, berkenan kiranya memberikan bantuan rumah dan menyumbangkan sebahagian rezeki kepadanya untuk menyambung hidup sehari-hari.

“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ia terpaksa mencari upahan menanam Padi di Desa Pematang Terang Kecamatan Tanjung Beringin bersama teman. Uang yang di dapat hanya cukup untuk makan sehari-hari,”ungkapnya dengan berlinang air mata. (**)

Berita Terkait

ABPEDNAS dan SUCOFINDO Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh
Dugaan Pemberian Izin oleh Oknum (F) Atas Klub lari, Ini Kata Aliansi Aktivis Kota (AKTA) !
PEKOMSI 2026 Hadirkan Semangat Gotong Royong di Desa Gongsol
ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila
Hari Lahir Pancasila dan Keterbukaan Informasi Kurban Pemerintah Prabowo-Gibran
GEKIRA Luruskan Hoaks Sapi Kurban Hingga Isu Biaya Kunjungan Negara ke Paris
Hari Lahir Pancasila, Satgas Teritorial Koops TNI Habema Hadirkan Kebahagiaan bagi Anak-Anak Papua
Simbol Titik Nol Pers Digital Nasional, Kawasan Monumen SMSI di Alun-Alun Cilegon Dipercantik

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:32

ABPEDNAS dan SUCOFINDO Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh

Rabu, 3 Juni 2026 - 02:21

Dugaan Pemberian Izin oleh Oknum (F) Atas Klub lari, Ini Kata Aliansi Aktivis Kota (AKTA) !

Rabu, 3 Juni 2026 - 02:16

PEKOMSI 2026 Hadirkan Semangat Gotong Royong di Desa Gongsol

Senin, 1 Juni 2026 - 22:39

Hari Lahir Pancasila dan Keterbukaan Informasi Kurban Pemerintah Prabowo-Gibran

Senin, 1 Juni 2026 - 22:34

GEKIRA Luruskan Hoaks Sapi Kurban Hingga Isu Biaya Kunjungan Negara ke Paris

Berita Terbaru