Desa Reva Kembali Menahan Napas Empat Tahun Setelah Longsor Maut Menelan Rumah dan Harapan

Selasa, 6 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simalungun, sumatraterkini.id- Desa Reva kembali menahan napas. Empat tahun setelah longsor maut menelan rumah dan harapan, bayang-bayang bencana kembali menghantui. Hutan lebat Harangan Reva—penjaga alami ekosistem Danau Toba—digunduli secara brutal oleh tangan-tangan tak bertanggung jawab.

Akhir April 2025, lebih dari 4 hektare hutan alam dibabat habis. Bukit yang dulunya hijau dan jadi perisai warga kini tinggal luka tanah merah yang menganga, siap meluncur kapan saja membawa malapetaka.

“Kami hidup di bawah bayang-bayang maut. Bukit yang dulu menyelamatkan kami, sekarang justru jadi ancaman,” tutur Marojahan Manik, warga Repa Sipolha yang rumahnya hancur pada longsor 2021.

Bencana yang terjadi pada 29 September 2021 menjelang malam itu dipicu oleh curah hujan tinggi dan menghantam Dusun IV Reva Kalapa, Kelurahan Sipolha, Kecamatan Pamatang Sidamanik. Tiga rumah rusak parah, ternak mati, dan trauma menyelimuti warga.

Menindaklanjuti musibah tersebut, Kapolres Simalungun AKBP Nicolas Dedy Arifianto SH SIK MH turun langsung ke lokasi pada Jumat (1/10/2021). Tidak hanya meninjau, ia juga menyerahkan bantuan sosial berupa bahan pokok dari Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Putra Panca S MSi. Bantuan itu ditujukan untuk meringankan beban warga terdampak seperti Dedi Manik (36), Op Reyhan br Napitu (63), dan Elpanus Haloho (71).

Dalam kunjungan itu, Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Rachmat Aribowo SIK MH, Kasat Sabhara AKP Pandapotan Butar-butar, Kapolsek Sidamanik AKP E Nababan, dan Kapolsek Parapat Iptu Hosea Ginting.
Namun kini, bahaya kembali mengintai. Aktivitas pembalakan liar yang diduga dikomandoi oleh Minton Damanik alias Amani Parma Manik telah mengoyak kawasan hutan alam yang menjadi benteng hidup warga. Polisi telah menyita satu unit chainsaw sebagai barang bukti, dan penyelidikan terus berjalan.

“Yang dibabat itu bukan sekadar pohon. Itu hutan alam berusia ratusan tahun. Mereka membunuh ekosistem,” tegas Benson Marbun, Ketua HKM Lestari.

Kepala UPT KPH II Pematang Siantar, Sukendra Purba, menyebut pemetaan kerusakan telah dilakukan. Tapi warga menilai langkah hukum selama ini terlalu lunak untuk menakuti pelaku perusakan lingkungan.

Dalam rapat darurat kampung, warga menyerukan tuntutan tegas: “Kami butuh perlindungan nyata, bukan sekadar janji. Jika pemerintah tak bertindak sekarang, bukan hanya Reva yang hilang, tapi juga masa depan Danau Toba.” (**)

Berita Terkait

Perang AS – Iran Merubah Arus Lenskap Dunia, Posisi Indonesia Di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo – Gibran?
Pengurus SMSI Deliserdang Resmi Dilantik, Heri Siswoyo Jabat Ketua
Jelang Launching, Rhona Keller Tampil Memukau Saat Jadi Tamu
Logo Resmi Dipatenkan, IKWI Perkuat Identitas dan Legalitas Organisasi
Jaksa Agung Tekankan Penegakan Hukum Berkeadilan dalam Kunjungan di Kejati Papua
5.000 Rumah Dibedah di NTT, Gubernur Sampaikan Terima Kasih ke Presiden RI Prabowo Subianto
Budi Mulyawan Desak Penataan Total Perfilman Indonesia Lewat Jakarta Millennial Film Festival 2026
JPU Ungkap Ketidaksesuaian Formula Harga dalam Sidang Kasus Kompensasi RON 90 Pertamina

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 01:35

Perang AS – Iran Merubah Arus Lenskap Dunia, Posisi Indonesia Di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo – Gibran?

Jumat, 10 April 2026 - 07:58

Pengurus SMSI Deliserdang Resmi Dilantik, Heri Siswoyo Jabat Ketua

Sabtu, 4 April 2026 - 23:03

Jelang Launching, Rhona Keller Tampil Memukau Saat Jadi Tamu

Sabtu, 4 April 2026 - 02:55

Logo Resmi Dipatenkan, IKWI Perkuat Identitas dan Legalitas Organisasi

Sabtu, 4 April 2026 - 02:45

5.000 Rumah Dibedah di NTT, Gubernur Sampaikan Terima Kasih ke Presiden RI Prabowo Subianto

Berita Terbaru