Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reok, Nek Suryani Dua Hari Tidak Makan dan Tidur di Bawah Pohon Kelapa Sawit

Kamis, 13 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sergai, sumatraterkini.id – Sungguh menyedihkan melihat kehidupan dan nasib yang dialami oleh seorang Warga Masyarakat hidup sebatang kara bernama Nek Suryani yang kini berusia 69 tahun, seorang janda tua, tinggal di Dusun satu Desa Pematang Kuala, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, (13/02/2025).

Menurut pengakuannya, ia pernah tidak makan selama dua hari, karena tidak ada Beras, lauk pauk di rumah yang di tumpanginya untuk dimasak.

Ia juga menceritakan sulitnya mendapatkan uang ketika anaknya juga tidak ada uang dan untuk mendapatkan uang sebut Nek Suryani, ia pernah menjual kain Sarung hanya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari saja, tapi sudah di sodorkan kemana-mana tidak ada yang mau beli, terakhir tidak makan satu hari itu juga.

Ia mengaku ada menerima bantuan dari Pemerintahan Desa Pematang Kuala bantuan sebanyak 3 kali di tahun 2023 dan tahun 2024, hanya dua kali ia menerima bantuan tersebut. Setelah itu tidak ada lagi hingga sekarang.

Sementara rumah yang sekarang ini di tempati kata janda tua ini, bukan miliknya, melainkan milik familiy dan ia hanya menumpang, tidak bayar sewa.

Nah belum lama ini kata nya, ia pernah tidur di bawah Pohon Kepala Sawit dengan tenda karena tidak dapat tumpangan. Sedangkan WC, ia masih menumpang dengan tetangga.

Begitu juga untuk memasak makan sehari – hari, ia hanya mempergunakan kayu bakar karena tidak sanggup beli Gas Elpiji.

Keseharian sambungnya, ia bekerja sebagai tukang kusuk,namun tubuhnya sudah tidak kuat dan tidak sanggup lagi mengusuk orang karena sudah lanjut usia.

“Kehidupan pahit ini sudah belasan tahun ia jalani tanpa seorang suami sebagai tulang punggung. Beginilah nasib kalau seseorang perempuan sudah tua dan menjadi janda, tidak ada rumah terpaksa numpang, ucap Nenek tersebut dengan nada sedih.

Ia bermohon kepada Pemerintah Pusat,Provinsi Sumatera Utara,Kabupaten Serdang Bedagai dan Presiden Prabowo berkenan kira nya membantu janda tua yang miskin ini yang tidak punya tanah juga rumah. “Tolong bantu saya buatkan rumah ya pak Prabowo,”ucapnya dengan nada tersedih-seduh sembari mengusap air mata yang mengalir.

Di tempat yang sama, Butet selaku tetangga, membenarkan bahwa Nek Suryani masih menumpang di rumah termasuk yang punya itu keluarganya. Untuk makan terkadang Nek Suryani itu minta ke tetangga agar kebutuhan sehari-hari khususnya untuk makan dapat terpenuhi.

“Nenek tinggal di gubuk reok hanya sebatang kara dia Bang. Memang ada saya ketahui Nek Suryani jual Kain Sarung hanya untuk beli beras tapi tidak seorang pun yang membeli kain sarung di kampung ini. Dia menjadi sedih dan menangis,”sebut Butet. (**)

Berita Terkait

ABPEDNAS dan SUCOFINDO Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh
Dugaan Pemberian Izin oleh Oknum (F) Atas Klub lari, Ini Kata Aliansi Aktivis Kota (AKTA) !
PEKOMSI 2026 Hadirkan Semangat Gotong Royong di Desa Gongsol
ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila
Hari Lahir Pancasila dan Keterbukaan Informasi Kurban Pemerintah Prabowo-Gibran
GEKIRA Luruskan Hoaks Sapi Kurban Hingga Isu Biaya Kunjungan Negara ke Paris
Hari Lahir Pancasila, Satgas Teritorial Koops TNI Habema Hadirkan Kebahagiaan bagi Anak-Anak Papua
Simbol Titik Nol Pers Digital Nasional, Kawasan Monumen SMSI di Alun-Alun Cilegon Dipercantik

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:32

ABPEDNAS dan SUCOFINDO Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh

Rabu, 3 Juni 2026 - 02:21

Dugaan Pemberian Izin oleh Oknum (F) Atas Klub lari, Ini Kata Aliansi Aktivis Kota (AKTA) !

Rabu, 3 Juni 2026 - 02:16

PEKOMSI 2026 Hadirkan Semangat Gotong Royong di Desa Gongsol

Senin, 1 Juni 2026 - 22:39

Hari Lahir Pancasila dan Keterbukaan Informasi Kurban Pemerintah Prabowo-Gibran

Senin, 1 Juni 2026 - 22:34

GEKIRA Luruskan Hoaks Sapi Kurban Hingga Isu Biaya Kunjungan Negara ke Paris

Berita Terbaru