Operasi Tegas di Nabire Papua Tengah, Aktivitas PETI dan Alat Berat Dihentikan

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua Tengah, sumatraterkini.id-Upaya penindakan terhadap aktivitas tambang emas ilegal kembali dilakukan aparat gabungan di wilayah Papua Tengah. Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas PKH) Korwil Nabire melakukan operasi penertiban terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hutan Distrik Siriwo dan Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire, Senin (4/5/2026) dini hari.

Operasi tersebut dipimpin langsung Komandan Satgas Halilintar, Brigjen TNI Edwin Apria Chandra, sebagai bagian dari langkah penegakan hukum sekaligus penyelamatan kawasan hutan yang mengalami kerusakan akibat aktivitas tambang ilegal.

Dalam pelaksanaannya, personel Satgas harus menghadapi medan berat dengan kondisi cuaca gerimis dan akses kawasan hutan yang sulit dijangkau. Meski demikian, operasi tetap berjalan sesuai rencana hingga aparat berhasil menguasai kembali area hutan seluas lebih dari 200 hektare yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas pertambangan ilegal.

Selain melakukan penertiban lokasi tambang, petugas juga mengamankan sejumlah alat berat yang diduga digunakan dalam aktivitas PETI. Sebanyak 10 unit alat berat berhasil diamankan, terdiri dari enam unit excavator dan empat unit loader.

Tak hanya itu, beberapa operator alat berat dan pengawas tambang yang berada di lokasi turut diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai tindak lanjut, Satgas PKH menghentikan operasional seluruh alat berat tersebut dan memasang plang penguasaan di sejumlah titik strategis sebagai penanda bahwa area tersebut telah berada dalam pengawasan aparat.

Operasi penertiban ini mendapat dukungan dari jajaran teritorial Kodam XVII/Cenderawasih dan Korem 173/Praja Vira Braja. Sinergi lintas aparat disebut akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan dan mencegah kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Papua Tengah.

TNI menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian sumber daya alam serta memastikan aktivitas ilegal yang merusak kawasan hutan dapat ditindak secara tegas dan terukur. (**)

Berita Terkait

Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi IUP Bauksit
DPO Kasus Kekerasan Seksual Dicokok Tim Tabur Kejati Sumsel
KM Sabuk Nusantara 106 Disatroni Petugas, 620 Liter Miras Tradisional Gagal Beredar
Skandal “Perampasan Berseragam”: Oknum Resmob Polda Sulut Diduga Tampung Mobil
Masih Bersengketa, Lahan Eks HGU PT DMK Seluas 499, 2 Hektar Dialih Fungsikan Jadi Sawah 
Kejati Sumatra Selatan Selamatkan Keuangan Negara Rp1,2 Triliun, Tiga Tersangka Baru Kasus KUR Mikro
Terkait Laporan SMSI, Inspektorat Mandailing Natal Periksa Saksi
Sulitnya Akses Uang Pecahan Baru, GM KB FKPPI Sumut Minta Pejabat BI Sumut Dievaluasi

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:39

Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi IUP Bauksit

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:29

DPO Kasus Kekerasan Seksual Dicokok Tim Tabur Kejati Sumsel

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:58

KM Sabuk Nusantara 106 Disatroni Petugas, 620 Liter Miras Tradisional Gagal Beredar

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:42

Skandal “Perampasan Berseragam”: Oknum Resmob Polda Sulut Diduga Tampung Mobil

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:41

Masih Bersengketa, Lahan Eks HGU PT DMK Seluas 499, 2 Hektar Dialih Fungsikan Jadi Sawah 

Berita Terbaru

Nasional

Dua Wajah Indonesia Yudi Latif

Selasa, 26 Mei 2026 - 03:12